10 Penyakit Kronis Ini Bisa Diatasi dengan Berpuasa

Puasa memang membawa berkah.

10 Penyakit Kronis Ini Bisa Diatasi dengan Berpuasashopback.co.id

Line IDN Times

Puasa memiliki sejuta manfaat, termasuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak hanya penyakit ringan, penyakit keras atau kronis bisa sembuh dengan puasa rutin. Dengan puasa, kita lebih bisa memilih makanan dan mengatur pola makan. Tak heran, jika puasa bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan di negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia Timur, puasa dijadikan sebagai terapi kesehatan dan sebagai pengobatan penyakit. Wah apa saja ya penyakit yang dapat diatasi dengan berpuasa?

Kanker.

hellosehat.com

Puasa dapat mematikan sel kanker. Sebab, puasa mendorong tubuh memblokir pertumbuhan parasit yang merugikan dan menghabiskan suplai makanan. Alhasil, kuman kuman penyakit, bakteri, dan sel sel kanker tidak bertahan hidup. Kanker sendiri dikenal sebagai penyakit mematikan. 

Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University Southern California menunjukkan puasa secara berkala tidak hanya melindungi kerusakan sistem kekebalan tubuh, tapi juga menginduksi sistem regenerasi kekebalan tubuh manusia.

Diabetes melitus.

alodokter.com

Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe dua, yang disebabkan menurunnya kadar insulin. Puasa sangat baik untuk menstabilkan kadar gula darah. Sebab, puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pangkreas untuk beristirahat. Pangkreas mengeluarkan insulin untuk menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Pengobatan diabetes dengan puasa telah memberi hasil yang menakjubkan, tanpa menggunakan obat-obatan kimia. Namun, pasien diabetes yang berpuasa harus berkonsultasi dahulu dengan dokter. 

Hipertensi.

alodokter.com

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adala kondisi tekanan darah pada arteri utama dalam tubuh terlalu tinggi. Puasa dapat menekan tekanan darah apabila dilakukan secara benar, yakni menjaga pola makan dan menahan diri untuk lebih sabar. 

Pasien dengan tekanan darah tinggi yang disertai obesitas sangat dianjurkan untuk berpuasa. Bagi mereka yang meminum obat, haruslah berkonsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obatnya. Namun perlu diingat, bagi mereka yang mengidap penyakit hipertensi berat atau penyakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.

Batu empedu.

alodokter.com

Saat puasa, pola makan seseorang akan lebih terjaga. Melindungi pola makan sangat disarankan untuk pasien batu empedu. Pasien juga harus menjauhi makanan yang banyak terkandung kolesterol dan lemak yang tinggi. Jadi, puasa adalah waktu yang tepat untuk mengatasi batu empedu. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang memiliki serat. Memperbanyak mengonsumsi buah-buahan sangatlah baik untuk kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Buah-buahan memiliki kandungan serat alami yang bisa mencegah dan menyembuhkan batu empedu.

Maag.

alodokter.com

Sebuah penelitian di Paris yang melibatkan 13 relawan yang berpuasa selama Ramadan. Ternyata, terjadi peningkatan asam lambung pada pekan pertama puasa dan kembali normal setelah pekan kedua. Selain itu, puasa juga akan menurunkan hormon gastrin dan menurunkan asam lambung, bila diimbangi dengan makan teratur saat buka dan sahur. Serta tak lupa mengurangi konsumsi cemilan berlemak, kurangi rokok, kopi dan minuman bersoda. 

Jerawatan dan penyakit kulit.

hellosehat.com

Jerawat kadang muncul karena ketidakseimbangan hormon atau bisa juga karena iritasi. Saat kita berpuasa, tubuh akan mengeluarkan racun penyebab iritasi. Tubuh juga akan dikalibrasi ulang agar hormon lebih seimbang.

Baca juga: Ini Menu Buka Puasa Terbaik Berdasarkan Golongan Darah

Eksim.

alodokter.com

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri bengkak, merah, dan gatal. Puasa bisa menyembuhkan eksim karena membuat tubuh berhenti mencerna dan berfokus melakukan proses lain seperti pembersihan tubuh (penyembuhan eksim).

Obesitas.

alodokter.com

Puasa menjadi langkah awal untuk memulai diet yang sehat untuk menurunkan berat badan. Terlebih di bulan Ramadan, cobalah membuat menu makanan yang sehat dalam menu sahur dan buka puasa. Menjaga pola makan dan memilih menu makanan akan membantumu menurunkan berat badan. 

Ginjal.

alodokter.com

Penghentian konsumsi air ketika berpuasa terbukti efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin pada ginjal. Bahkan bisa meningkatkan kekuatan osmosis pada urin antara 1.000-12.000ml osmosis per liiter air. Pada kondisi tertentu, hal ini akan sangat memberikan perlindungan khusus terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air pada saat berpuasa ternyata bisa menurunkan jumlah volume air pada darah.

Kolesterol tinggi.

kompas.com

Dalam berbagai penelitian, manfaat puasa antara lain dapat mengurangi resiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Dalam jangka panjang, kadar kolesterol yang tinggi pada darah dapat menyumbat pembuluh darah dalam bentuk aterosterosis. Di antaranya yakni pengapuran atau pengerasan pembuluh darah. Bila hal itu terjadi di otak, maka akan berakibat stroke. Apabila terjadi di jantung dapat mengakibatkan serangan jantung.

Hasil penelitian memperlihatkan, jika setiap hari kita berpuasa, akan dapat meningkatkan kolesterol HDL yang sehat 25 poin. Selain itu, kadar lemak juga akan turun sebesar 20 poin. Lemak trigiserit merupakan bahan pembuat kolesterol LDL yang merusak kesehatan.

Baca juga: Deddy Corbuzier: Buka Puasa dengan yang Manis itu Salah Besar!

 

Tulis artikel seputar Ramadan, Puasa dan Idul Fitri. Dapatkan gratis 100 poin!

Anisa Rizqi

Simple but not simpler

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Read More
ARTIKEL REKOMENDASI