Jakarta, IDN Times - Kanker kolorektal atau usus besar merupakan penyakit yang menyerang jaringan usus besar (kolon) dan rektum (bagian usus paling bawah sampai anus/dubur). Di Indonesia, salah satu kasus baru tertinggi pada pria adalah kanker usus, yaitu 16 per 100 ribu penduduk dengan kematian 10 per 100 ribu penduduk. Nah, agar tak penyakit ini bisa dideteksi sejak awal, lakukan beberapa hal berikut ini.

1. Lakukan Kolonoskopi

Kenali Gejala Kanker Usus Besar dengan Tiga Cara Inifronzutolaw.com

Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan, pencegahan kanker usus besar dapat dilakukan dengan kolonoskopi, yaitu pemeriksaan untuk mendeteksi ketidaknormalan pada usus besar dan anus. Kolonoskopi dapat diterapkan pada orang-orang di atas 50 tahun. 

Baca juga: Kerja Malam Meningkatkan Risiko Kanker Bagi Wanita, Menurut Penelitian

2. Memeriksa tinja

Kenali Gejala Kanker Usus Besar dengan Tiga Cara Ini

Selain melakukan pemeriksaan secara klinis, Anda juga memeriksanya melalui tinja. "Anda bisa melakukan pemeriksaan dini saat buang air besar, apakah ada darah samar atau tidak," ujar Aru.

3. Pola buang air besar tidak tuntas

Kenali Gejala Kanker Usus Besar dengan Tiga Cara Inimnn.com

Indikator lain yang bisa dilihat adalah ketika pola buang air tiba-tiba berubah. "Kadang tinja encer atau kadang padat dan keras. Selain itu, ada perdarahan di dubur hingga tinja berdarah saat buang air besar. Belum lagi kalau perut terasa kram, mulas menyiksa, berat badan tiba-tiba turun drastis," imbuh Aru. 

Secara umum, faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker usus dan tidak bisa diubah meliputi usia di atas 50 tahun, memiliki riwayat menderita polip dan infeksi usus besar, faktor genetik, dan faktor ras atau etnis.

Sementara itu, faktor risiko yang dapat diubah berasal dari pola hidup tak sehat, meliputi konsumsi daging merah berlebih dan daging olahan, diet tak seimbang, kurang aktivitas fisik, konsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan, menderita gangguan pencernaan berulang, dan diabetes melitus tipe 2. 

Baca juga: Waduh! Setiap Jam Satu Wanita Indonesia Meninggal karena Kanker Serviks