Inilah 7 Bahaya Jika Kamu Merokok Langsung Saat Berbuka Puasa

Berhenti lakukan kebiasaan ini ya!

Inilah 7 Bahaya Jika Kamu Merokok Langsung Saat Berbuka Puasa heartwiseministries.org

Puasa seharusnya bisa menjadi latihan bagi para perokok untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Namun, justru menahan untuk tidak merokok menjadi hal terberat mereka daripada harus menahan lapar dan haus. Sehingga setelah berbuka, mereka pasti akan cepat-cepat menyalakan rokoknya. Padahal merokok saat berbuka bisa lebih berbahaya daripada saat tidak puasa.

Saat berbuka puasa, tubuh membutuhkan nutrisi dan cairan untuk mengganti energi yang hilang seharian. Jika kamu langsung merokok saat berbuka dan dalam keadaan perut kosong, risiko mengalami mual, muntah, kelelahan dan pusing akan meningkat. Selain itu, bahaya lain yang akan berdampak pada tubuh juga akan menantimu.

1. Risiko terkena kanker usus besar.

Selain dapat menyebabkan kanker paru-paru, merokok juga dapat memicu kanker usus besar dan perut yang dapat membahayakan nyawamu. Nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong bisa lebih besar dibandingkan saat perut sudah terisi.

2. Menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

Nikotin dalam rokok juga dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan aliran darah ke jantung. Akibatnya, akan berdampak pada penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

3. Radang tukak lambung.

Bagi para perokok yang lambungnya terlah terinfeksi oleh bakteri H-Pylori, akan berisiko lebih tinggi menderita tukak lambung. Jadi sebisa mungkin hindarilah rokok, apalagi saat perutmu masih dalam keadaan kosong.

4. Naiknya asam lambung.

Kebiasaan rokok juga dapat berakibat pada asam lambung. Naiknya asam lambung ini juga akan berdampak pada terganggunya proses pencernaan.

Baca Juga: Jangan Khawatir! 6 Penyakit Ini Justru Sembuh Berkat Puasa Ramadan

5. Menghambat aliran darah.

Merokok dapat mengurangi aliran darah dengan cara penyempitan pembuluh darah. Akibtanya, jaringan di usus kamu akan rusak karena pengaruh racun nikotin yang berbahaya.

6. Meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok dapat masuk ke aliran darah dan menurunkan kadar oksigen. Sehingga kamu akan merasa lelah dan pusing karena sel-sel tubuh kekurangan oksigen. Selain itu karbon monoksida dalam darah juga akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

7. Pendarahan di usus.

Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko terkena masalah usus inflamasi yang dikenal dengan penyakit crohn. Tanda-tanda penyakit ini yaitu terjadinya pendarahan pada usus, nyeri dan diare.

Di hari biasa saja rokok sudah membahayakan, apalagi kamu mengkonsumsinya saat puasa dan dalam keadaan perut kosong. Harusnya bulan puasa bisa menjadi waktu bagi kamu untuk berlatih berhenti merokok. Coba manfaatkan jatah waktu yang sedikit ini untuk mengurangi jumlah rokok yang kamu konsumsi. Lakukan sedikit demi sedikit sehingga kamu akan terbiasa mengkonsumsinya dalam jumlah yang tidak banyak. Teruskan kebiasaan ini sampai kamu tidak ingin merokok lagi.

Baca Juga: Puasa Tak Taat Aturan, Penyakit Ini Mengintaimu

Read More

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote Senang Vote
    Senang 7%
  • Vote Sedih Vote
    Sedih 13%
  • Vote Terhibur Vote
    Terhibur 13%
  • Vote Marah Vote
    Marah 13%
  • Vote Kaget Vote
    Kaget 40%
  • Vote Terinspirasi Vote
    Terinspirasi 13%
ARTIKEL TERKINI